Senin, 01 November 2010

Orasi Kebudayaan

Sabtu, 20 November 2010

Orasi Kebudayaan merupakan agenda pamungkas, yang bertemakan “Multikulturalisme dalam teori dan praktik”. Dalam orasi ini akan dicermati bagaimana konsep multikulturalisme mewarnai perkembangan kebudayaan di Indonesia. Orasi kebudayaan ini menghadirkan Mohammad Guntur Romli, seoarang aktivis kemanusiaan.

Mohammad Guntur Romli merupakan kurator diskusi di Komunitas Salihara, pernah belajar di Universitas al-Azhar, Cairo, Mesir dari tahun 1998 sampai akhir tahun 2004. Selama di Mesir, ia menjadi koresponden untuk Majalah Panji Masyarakat (2002-2003). Setelah Panji Masyarakat tutup, ia bergabung dengan Majalah Berita GATRA sebagai wartawan untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.

Selain menjadi kurator diskusi di Komunitas Salihara, ia juga aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL). Buku terjemahannya Menyongsong Yang Lain, Membela Pluralisme karya seorang penulis Koptik Mesir, Milad Hanna diterbitkan

Nada Khatulistiwa

Kamis, 18 November 2010

Acara ini akan menampilkan musisi yang mengesplorasi musik etnik dan suara yang tercipta dari alam. Komunitas yang akan mengisi diantaranya Persada ethnik, Max!!, dan komunitas Semut. Setelah pementasan akan ada diskusi perihal perkembangan musik di Indonesia.

Kirab Puisi

Senin,15 November 2010

Menampilkan berbagai pementasan atas interpretasi sebuah puisi, baik puisi berbahasa Indonesia atau bahasa daerah, melalui deklamasi puisi, musikalisasi puisi, dan teatrikalisasi puisi. Setelah tiap pementasan dilanjutkan dengan diskusi perkembangan puisi dan bentuk interpretasinya terkait dengan karya seni lain. 

Proses Kreatif Memed Gunawan

Minggu, 14 November 2010

Acara ini merupakan bedah buku karya Memed Gunawan. Memed Gunawan adalah seorang penulis yang lahir di Kuningan, Jawa Barat. Merupakan lulusan dari Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) jurusan statistika Pertanian tahun 1974 yang kemudian mendapat beasiswa dari Pemerintah Indonesia untuk belajar di University of Minnesota, Amerika Serikat di bidang Agricultural and Applied Economics.

Kegemarannya menulis mulai sejak SMA yang berlanjut saat mahasiswa. Dia menangani Majalah Mahasiswa Fakultas IPB dan menulis beberapa cerita pendek di Majalah berbahasa Sunda, Mangle. Catatannya dalam bentuk puisi telah diterbitkan dalam dua buku puisi. Ladang Berselimut Kabut, dan Setangkai Padi Seisi Negeri pada tahun 2004. Karya novel yang telah dicetak berjudul Kaktus Berbunga, Jalan Prahara, dan Manusia – Manusia yang Terlupakan.

Halte Buku

Minggu-Sabtu, 14-20 november 2010

Halte buku merupakan node perhentian, dimana kita dapat membeli buku, dan disediakan juga ruang tersendiri untuk membaca. Kegiatan ini diharapkan dapat menawarkan berbagai buku kebudayaan, kesenian dan sastra yang berkualitas dan telah diterbitkan di Indonesia. Beberapa penerbit yang akan meramaikan Halte buku diantaranya Marjin Kiri, Komunitas Bambu, LKiS, Jalasutra, dan Mata Aksara. Disamping itu juga ada toko buku alternative yang akan terlibat diperhelatan ini.

Pertunjukan Lakon (Monolog)

Sabtu, 13 November 2010 

Acara ini merupakan pementasan monolog dari Teater Kubur dan Teater Savanna. Aktor yang akan tampil pada Pertunjukan Lakon kali ini adalah Hendra Setiawan, yang berhasil meraih Best of The Best Festival Monolog Federasi Teater Indonesia 2010. Teater Savanna akan menampilkan repertoir dari pementasan sebelumnya pada RASSA dan Festival Monolog Federasi Teater Indonesia 2010. Setelah pementasan akan dilanjutkan dengan diskusi tentang dunia teater.

Minggu, 31 Oktober 2010

Tari Nusantara

Rabu, 10 November 2010

Setiap pementasan tari akan dibahas tentang “Sejarah, Makna dan Proses Kreatif para Penari”. Selain itu, dalam pementasan tari ini akan menampilkan dan mengembangkan unsur-unsur tari tradisional seperti tari dari etnis Bali, Papua, Jawa Timur dan Sunda.