Background

Eco Ethnic Art Festival merupakan kegiatan kebudayaan yang merayakan multikulturalisme dan ekosentrisme, di mana kebudayaan atau kesenian secara khusus diapresiasi dengan konsepsi dari berbagai perspektif ,tidak hanya berhenti pada nilai kreasi semata. Namun demikian, kebudayaan dilihat dari bagian keanekaragaman etnis dan respon manusia terhadap interaksinya dengan kondisi alam, sehingga akan tampak bagaimana “getar” yang alamiah itu bisa merasuk kedalam sendi-sendi kebudayaan manusia yang beranekaragam, baik disadari atau tidak. Walau bagaimanapun, alam, akan tetap menjadi faktor determinan suatu kebudayaan. Meskipun semaju apapun kebudayaan itu.

Disamping itu, dari segi tinjauan ekosentris, manusia bukanlah penakluk alam, ia adalah bagian dari alam itu sendiri. Dalam tinjauan humanisme ekologis, manusia bisa menjadi manusia seutuhnya apabila, ia, tidak hanya harus mengarifi manusia yang lain, tapi ia dituntut untuk dapat hidup harmonis dan arif terhadap alam semesta.

Keharmonisan dan keselarasan dengan alam merupakan wujud kebudayaan yang mengukuhkan dimensi hakiki kemanusiaan sebagai mahkluk hidup yang memiliki akal, sehingga merawat alam dengan berbagai konsepsi kebudayaan menjadi suatu kemungkinan hidup yang layak dijalani.

Dengan demikian, segala wujud kebudayaan dalam berbagai bentuk kesenian (teater, musik, sastra, lukis, fotografi, dan tari) dan filsafat dalam kegiatan ini diharapkan dapat menawarkan makna suatu kreasi dan nilai untuk dapat menyentuh dimensi terdalam kemanusiaan dengan kebudayaan yang beranekaragam dan keagungan alam sebagai ciptaanNya yang sempurna.

Tujuan dari kegiatan kegiatan Eco Ethnic Art Festival antara lain: 
  1. Wahana untuk menelisik hakikat keanekaragaman kebudayaan. 
  2. Sebagai usaha untuk mereinterpretasi nilai kebudayaan. 
  3. Sarana melihat kembali hubungan kebudayaan dan alam sebagai bagian unsur pembentuk kebudayaan.